Channnels pada Photoshop secara Default adalah RGB dan tampilan perchannelsnya adalah hitam putih. Untuk mengubah tampilan tiap channels berwarna pilih Menu Edit>Preferences>Interface kemudian beri tanda cek pada kotak “show channels in color”.

Tiap channels punya sudut dot yang berbeda-beda untuk separasi color cetaknya. Untuk proses cetak separasi biasanya channelsnya di ubah menjadi CMYK (Cyan Magenta Yellow Black). Channel Cyan untuk tinta warna biru (untuk pengertian sederhana), magenta untuk tinta warna merah (pink), yellow untuk tinta kuning, dan black (yang di lambangkan dengan huruf K karena lambang B untuk warna Blue) untuk tinta warna hitam.
Untuk mengnonaktifkan tampilan channels klik tanda mata hingga tak nampak pada panel channels.
contoh menonaktifkan channels Yellow.

contoh image yang Channels Yellownya tidak aktif

Pada dasar cara output atau print di untuk CTP atau film sama dengan saat print dengan printer biasa, yang membedakan adalah medianya saja. Namun dengan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada output film/CTP pada program desain grafis :
1. LPI
untuk LPI biasanya pada ImageSettter/CTP sudah disetting beberapa LPI dari yang terkecil sampai yang terbesar namun pada umumnya LPI 45, LPI 65, LPI 85, LPI 133, LPI 150, LPI 175, sehingga saat buat file untuk output dari sofware desain grafis tidak usah mengeset LPI.
2. Warna
untuk warna ada output BW, Separasi Proses, atau Separasi Special. Namun jika ada warna spesial ingin dijadikan warna proses diprogram desain grafis waktu buat file postcript/PDF bisa langsung diconvert ke proses.
3. File Postcript atau Pdf
untuk saat ini semua mesin Image Setter/CTP bisa menerima file tersebut. Namun file yang di output/print document desain grafis tidak selalu mulus dengan tipe file tersebut. Kadang-kadang dengan file PDF tidak bisa tapi dengan menggunakan file Postcript bisa lancar hal ini mungkin tergantung file documen desainnya.
4. Font/Image
Pada penggunaan Font atau Image pada document walaupun di tpublikasi desain tidak terjadi missing font/image terkadang font saat di Output pada ImageSetter/CTP tidak seperti yang dinginkan, misalnya fontnya menjadi courir pada hasil film/plate.
5. Overprint/Bleed
Overprint istilah ini yang sering membuat kacau hasil cetak, terkadang para desainer tidak memperhatikan hal ini misalkan di publikasi warna image cyan secara tidak sengaja overprint terhadap background yellow walaupun di monitor tampilan cyan lain lagi hasil cetak bisa jadi warna hijau, Demikian pula dengan bleed yang merupakan area safety diluar garis potong.
D dunia Cetak atau Design Grafis kita sering menemui isitilah Grafik Vektor dan grafik Bitmap, namun bagi orang awam hal itu mungkin belum begitu bisa dipahami.
Graphic Vector
Grafik Vektor merupakan image yang dibuat berdasarkan unsur garis dan titik. Gabungan dari beberapa titik tersebut akan membentuk garis yang akhir bisa berbentuk suatu obyek ataupun gambar. Grafik Vector tidak tergantung Resolusi sehingga diperbesar berapapun akan menghasilkan kualitas cetak yang sama baik. Walaupun gambar vektor di document kita perbesar biasanya perbesaran size filenya tidak begitu signifikan. Grafik Vektor ini biasanya digunakan untuk membuat LOGO. Namun grafik vektor juga bisa di convert menjadi grafik bitmap. Contoh beberapa software grafis yang bisa untuk mengolah vector adalah Macromedia Freehand, Adobe Illustrator atau Coreldraw. Format Grafik Vektor bisa berextension AI, EPS,FH.
Graphic Bitmap
Image bItmap atau yang sering didunia repro/Desain grafis merupakan raster yang terdiri dari kumpulan titik pixel untuk membentuk image. Gambar Bitmap tergantung dengan resolusi biasanya ukuran resolusi dinyatakan dengan DPI (Dot perInch),sehingga kualitas image akan menurun jika image mengalami skala perbesaran. jika misalkan image Bitmap dengan ukuran 10 cm x 10 cm dengan resolusi 300dpi kemudian di publikasi desain diperbesar sampai 4x image tersebut pada hasil cetak LPI 150 akan nampak “bergerigi”, Blur dan tidak halus. Contoh software pengolah Grafik Bitmap adalah Photoshop atau Corel PhotoPaint.